Rabu, 01 April 2015

Kabupaten Bangkalis


PROFIL KABUPATEN BENGKALIS


Bengkalis merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata sekitar 1 - 6,1 meter dari permukaan laut. Sebagian besar merupakan tanah organosol, yaitu jenis tanah yang banyak mengandung bahan organik. Di daerah ini juga terdapat beberapa sungai, tasik (danau) serta 24 Pulau besar dan kecil. Beberapa di antara pulau besar itu adalah Pulau Rupat (1.524,84 km²) dan Pulau Bengkalis (938,40 km²).
Pengajar Muda Indonesia Mengajar ditempatkan di tiga kecamatan di Bengkalis, antara lain Rupat, Rupat Utara dan Bantan. Rupat Utara dan Rupat terletak di Pulau Rupat yang berada di selat Malaka dan harus ditempuh dari Dumai dengan menggunakan transportasi air. Secara umum kondisi akses jalan di daerah penempatan Pengajar Muda bisa dilalui oleh kendaraan roda dua walaupun jika musim hujan jalanan akan semakin sulit karena lumpur. Sinyal seluler dan listrik sangat terbatas. Listrik biasanya baru ada dari jam 18.00 – 22.00 dan sangat tergantung dari ketersediaan solar.
Kabupaten Bengkalis didiami oleh Suku Melayu, Jawa, dan Tionghoa yang dibagi lagi ke banyak subkultur. Agama mayoritas adalah Islam yang dipeluk oleh Suku Melayu dan Jawa serta agama Budha, Kristen dan Konghucu yang dianut oleh Etnis Tionghoa. Khusus untuk wilayah penempatan Pengajar Muda, mayoritas penduduk adalah Melayu, Jawa dan Suku Akit (bagian dari Etnis Tionghoa-Suku Hokian). Mata pencaharian utama penduduk adalah penyadap karet, sawit dan bertani.
SUMBER : indonesiamengajar.org/kabar-terbaru/profil-kabupaten-bengkalis

Kota Pekanbaru


Kota Pekanbaru



Kota Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia. Kota ini merupakan kota perdagangan dan jasa,[2] termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi.[3]
Pekanbaru mempunyai satu bandar udara internasional, yaitu Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II dan terminal bus terminal antar kota dan antar provinsi Bandar Raya Payung Sekaki, serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelita Pantai dan Sungai Duku.
Saat ini Kota Pekanbaru sedang berkembang pesat menjadi kota dagang yang multi-etnik, keberagaman ini telah menjadi modal sosial dalam mencapai kepentingan bersama untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakatnya.[4]
SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekanbaru

Kota Dumai


Kabupaten KOTA DUMAI



Profil
Nama Resmi
:
Kota Dumai
Ibukota
:
Dumai
Provinsi
:
Riau
Batas Wilayah
:
Utara : Selat Rupat
Selatan :  Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis
Barat :  Kecamatan Tanah Putih dan Kec. Bangko Kabupaten Rokan Hilir
Timur : Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis
Luas Wilayah
:
1.623,38 km²
Jumlah Penduduk
:
250.376 Jiwa
Jumlah Kecamatan
:
Kecamatan : 7, Kelurahan : 33, Desa : -
Website
:

( Permendagri No.66 Tahun 2011 )
Sejarah
Dumai merupakan sebuah dusun kecil dipesisir timur propinsi Riau. Dumai merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai Kota pada tanggal 20 April 1999 dengan Undang-undang No. 16 Tahun 1999 dimana status Dumai sebelumnya adalah Kota Administratif. Pada awal pembentukan wilayah administrasi pemerintahan, Kota Dumai memiliki 3 wilayah kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 250.376 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2.
Secara geografis, Kota Dumai terletak di 1023 – 1024’23” Bujur Timur dan 101023’37” - 101028’13” Lintang Utara dengan batas wilayah sebelah Utara, Dumai berbatasan dengan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sebelah Timur, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Sebelah Selatan, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dan Sebelah Barat, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Wilayah Kota Dumai beriklim tropis dengan curah hujan antara 100-300 cm dan suhu udara 24-33C dengan kondisi tanah rawa bergambut.Kota Dumai memiliki luas wilayah 1.623,38 Km2 dan merupakan kota terluas nomor dua di Indonesia setelah Manokwari. Saat ini Dumai dicanangkan sebagai kota yang masuk dalam zona Pasar Bebas Internasional.
SUMBER:
http://www.kemendagri.go.id/pages/profil daerah/kabupaten/id/14/name/riau/detail/1472/kota-dumai



Kabupaten Kampar


KABUPATEN KAMPAR


Berdasarkan surat keputusan Gubernur Militer Sumatera Tengah Nomor : 10/GM/STE/49 tanggal 9 Nopember 1949, Kabupaten Kampar merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Propinsi Riau terdiri dari Kawedanaan Palalawan, Pasir Pangarayan, Bangkinang dan Pekanbaru Luar Kota dengan ibu kota Pekanbaru. Kemudian berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1956 ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang dan baru terlaksana tanggal 6 Juni 1967.
Semenjak terbentuk Kabupaten Kampar pada tahun 1949 sampai tahun 2006 sudah 21 kali masa jabatan Bupati Kepala Daerah. Sampai Jabatan Bupati yang keenam (H. Soebrantas S.) ibu kota Kabupaten Kampar dipindahkan ke Bangkinang berdasarkan UU No. 12 tahun 1956.
Adapun faktor-faktor  yang mendukung pemindahan ibu kota Kabupaten Kampar ke Bangkinang antara lain :
  1. Pekanbaru sudah menjadi ibu kota Propinsi Riau.
  2. Pekanbaru selain menjadi ibu kota propinsi juga sudah menjadi Kotamadya.
  3. Mengingat luasnya daerah Kabupaten Kampar sudah sewajarnya ibu kota dipindahkan ke Bangkinang guna meningkatkan efisiensi pengurusan pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
  4. Prospek masa depan Kabupaten Kampar tidak mungkin lagi dibina dengan baik dari Pekanbaru.

Bangkinang terletak di tengah-tengah daerah Kabupaten Kampar, yang dapat dengan mudah untuk melaksanakan pembinaan ke seluruh wilayah kecamatan dan sebaliknya
WILAYAH GEOGRAFIS

Kabupaten Kampar dengan luas lebih kurang 1.128.928 Ha merupakan daerah yang terletak antara 01000’40” Lintang Utara sampai 00027’00” Lintang Selatan dan 100028’30” – 101014’30” Bujur Timur. Batas-batas daerah Kabupaten Kampar adalah sebagai berikut :
  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi.
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Propinsi Sumatera Barat.
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.
Di daerah Kabupaten Kampar terdapat dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil yaitu:
  1. Sungai Kampar yang panjangnya ± 413,5 km dengan kedalaman rata-rata 7,7 m dengan lebar rata-rata 143 meter. Seluruh bagian sungai ini termasuk dalam Kabupaten Kampar yang meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Bangkinang, Bangkinang Barat, Kampar, Siak Hulu dan Kampar Kiri.
  2. Sungai Siak bagian hulu yakni panjangnya ± 90 km dengan kedalaman rata-rata 8 – 12 m yang melintasi kecamatan Tapung
Sungai-sungai besar yang terdapat di Kabupaten Kampar ini sebagian masih berfungsi baik sebagai prasarana perhubungan, sumber air bersih budi daya ikan maupun sebagai sumber energi listrik (PLTA Koto Panjang).
Kabupaten Kampar pada umumnya beriklim tropis dengan temperatur maksimum 320C. Jumlah hari hujan dalam tahun 2006, yang terbanyak adalah disekitar Salo, Bangkinang, dan Bangkinang Seberang sedang yang paling sedikit terjadinya hujan adalah sekitar Tapung Hulu
PEMERINTAHAN
Kabupaten Kampar terbentuk sejak tahun 1956 berdasarkan UU N0 12 tahun 1956 dengan ibu kota Bangkinang. Pada awalnya Kabupaten  Kampar terdiri dari 19 kecamatan dengan dua Pembantu Bupati sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau Nomor : KPTS. 318VII1987 tanggal 17 Juli 1987. Pembantu Bupati Wilayah I berkedudukan di Pasir Pangarayan dan Pembantu Bupati Wilayah II di Pangkalan Kerinci. Pembantu Bupati Wilayah I mengkoordinir wilayah Kecamatan Rambah, Tandun, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Kepenuhan, dan Tambusai. Pembantu Bupati Wilayah II mengkoordinir wilayah Kecamatan Langgam, Pangkalan Kuras, Bunut, dan Kuala Kampar. Sedangkan kecamatan lainnya yang tidak termasuk wilayah pembantu  Bupati wilayah I & II berada langsung di bawah koordinator Kabupaten.



Kue Jalo


MAKANAN KHAS DAERAH LIMO KOTO

KUE JALO


Kue jalo adalah makanan khas kabupaten Kampar . Bengkalis ,Siak ,Rokan Hilir sebagian Rokan Hulu tetapi perbedaan terdapat dipelengkapnya kalau di kabupaten Kampar pelengkapnya sarikayo , manisan dan kuah yang digunakan untuk kolak. Sedangkan untuk Bengkalis ,Siak , Rokan hilir dan sebagian Rokan hulu pelengkapnya adalah kari daging ( pacri nenas ). Bahan utamanya adalah tepung terigu bentuknya seperti jalo karena dibentuk dengan adonan yang telah masuk kecetakan berbentuk corong. Yang mempunyai 4 - 5 corong.


Lempuk Durian



Lempuk durian ini merupakan makanan olahan tradisional andalan masyarakat Riau dan sekitarnya.. Lempuk durian ini dibuat dengan bahan dasar Durian pilihan yang diperoleh ketika musim durian datang dan durian tersebut langsung diperoleh dari pohonnya. Lempuk durian ini juga tidak menggunakan pemanis buatan melainkan menggunakan gula pasir murni. Harga per kotak Rp.27.000 belum termasuk ongkos kirim untuk luar kota .
Bahan dasar dan alat pembuatan lempuk durian
  1. Durian masak         : 4-5 kg
  2. Gula pasir               : 1 kg
  3. Garam                    : 1 sendok teh
  4. Pisau besar
  5. Tungku
  6. Pengaduk
  7. Plastik pembungkus
Cara Pengolahan
  1. Durian dibuka dan diambil isinya.
  2. Pisahkan daging buah dari isinya
  3.  Tambahkan gula pasir sebanyak 1 kg untuk setiap daging buah sebanyak 4-5 kg dan 2 sendok teh garam.
  4. Semua bahan dimasukkan ke dalam kuali yang diletakkan pada tungku. Tungku dibuat dari drum bekas dibagi dua (setengah bagian drum) kemudian dibuat lubang kayu.
  5. Bahan yang ada di kuali diaduk terus menerus, Api jangan terlalu besar. Lama pengadukan sekitar 3-4 jam.
  6.  Lempok siap diangkat dan dianggap matang jika sudah tidak lengket di pengadukan.
  7. Lempok siap dikemas dalam plastik dan diberi label.

Bolu Kemojo


MAKANAN KHAS KEPULAUAN RIAU

1.            Bolu Kemojo



Bolu Kemojo adalah makanan khas Pekanbaru, yang dipopulerkan kembali oleh ibu Dinawati yaitu pada tahun 1998. Kue Bolu ini sebelumnya hanya dibuat untuk sekedar konsumsi dalam keluarga saja, dan tidak dijual secara komersial apalagi dijual sebagai makanan oleh-oleh kota Pekanbaru. Tapi dengan tekad yang kuat untuk menjadikan kue bolu ini sebagi makanan khas riau, dan kemudian beliau merintis membuka gerai pertamanya yang berkantor di Jalan Pelajar, yang sekarang jalan tersebut berubah menjadi Jalan KH.